Berada di depan kasir lalu tidak tahu bagaimana menanyakan harga bisa membuat belanja terasa lebih rumit dari seharusnya. Apalagi ketika penjual berbicara cepat. Bagi jamaah Indonesia, beberapa kosakata bahasa Arab untuk belanja sudah cukup untuk menghadapi situasi sederhana seperti memilih barang atau memastikan harga.
Tidak perlu belajar bahasa Arab seperti sedang mengikuti kelas. Yang lebih berguna justru mengingat frasa pendek yang kemungkinan benar-benar terpakai. Bahkan jika pengucapan belum sempurna, kata kunci sederhana bisa membantu penjual memahami maksud kita.
Ada satu hal yang perlu diingat. Bahasa Arab memiliki ragam penggunaan yang luas, sedangkan percakapan sehari-hari dapat terdengar berbeda dari bahasa Arab formal. Karena itu, fokus artikel ini bukan tata bahasa, melainkan komunikasi praktis selama perjalanan umroh.
Situasi komunikasi utama yang dihadapi jamaah
Saat berbelanja, percakapan biasanya bermula dari kebutuhan yang sangat sederhana. Jamaah ingin mengetahui harga atau mencari ukuran yang cocok. Kadang persoalannya sesederhana memastikan barang mana yang sedang ditunjuk oleh penjual.
Situasi seperti ini lebih mudah dihadapi bila jamaah mengenali beberapa kata dasar. Tidak harus lancar. Mendengar angka dengan jelas dan mampu mengatakan bahwa kita belum paham sering kali lebih berguna daripada menghafal percakapan panjang.
Belanja tentu hanya bagian kecil dari perjalanan. Sebelum keberangkatan, urusan yang jauh lebih penting tetap perlu dibereskan. Calon jamaah dapat mengecek dokumen yang dibutuhkan untuk umroh sejak masa persiapan agar kebutuhan administrasi tidak baru diperiksa mendekati keberangkatan.

Frasa atau informasi inti yang perlu diketahui
Mulailah dari kalimat yang kemungkinan besar akan dipakai. Untuk bertanya harga, jamaah bisa mengatakan kam as si’ru? (كم السعر؟), yang berarti “berapa harganya?”. Bentuk yang lebih singkat dan mudah diingat adalah bikam hadza? (بكم هذا؟), kurang lebih berarti “berapa harga ini?”.
Beberapa kosakata bahasa Arab untuk belanja berikut cukup praktis untuk disimpan di catatan ponsel:
- Kam as si’ru? (كم السعر؟) berarti berapa harganya?
- Bikam hadza? (بكم هذا؟) berarti berapa harga ini?
- Ghali (غالي) berarti mahal.
- Rakhis (رخيص) berarti murah.
- Uridu hadza (أريد هذا) berarti saya ingin ini.
- La uridu (لا أريد) berarti saya tidak ingin.
- Hal ‘indaka…? (هل عندك…؟) berarti apakah Anda punya…?
- Akbar (أكبر) berarti lebih besar.
- Asghar (أصغر) berarti lebih kecil.
- Na’am (نعم) berarti ya.
- La (لا) berarti tidak.
- Syukran (شكراً) berarti terima kasih.
- Min fadhlik (من فضلك) berarti tolong atau silakan.
- La afham (لا أفهم) berarti saya tidak mengerti.
- Takallam bibuth (تكلم ببطء) berarti bicaralah perlahan.
Tak perlu menghafal semuanya sekaligus. Pilih beberapa frasa yang terasa paling mudah diucapkan, lalu simpan sisanya sebagai catatan. Cara ini lebih realistis ketika perhatian jamaah juga terbagi untuk kegiatan ibadah dan agenda perjalanan.
Contoh penggunaan dalam konteks perjalanan
Bayangkan jamaah sedang melihat oleh oleh dan ingin mengetahui harganya. Tunjuk barang dengan sopan sambil mengatakan, “Bikam hadza?” Setelah penjual menjawab, jangan terburu menyetujui bila angka yang disebut belum jelas. Minta penjual mengulang lebih perlahan atau menunjukkan nominalnya pada kalkulator.
Dalam situasi seperti ini, mengingat beberapa kosakata bahasa Arab untuk belanja membuat jamaah lebih mudah menyampaikan maksud tanpa perlu menyusun kalimat panjang.
Jika barang yang ditawarkan tidak sesuai, “la uridu” sudah cukup untuk menyampaikan bahwa Anda tidak menginginkannya. Ketika ingin membeli barang yang sedang dipegang, gunakan “uridu hadza”. Pendek. Justru itu kelebihannya.
Persiapan praktis seperti ini dapat dilakukan bersamaan dengan persiapan kesehatan sebelum perjalanan. Informasi mengenai vaksin yang dibutuhkan untuk umroh sebaiknya diperiksa lebih awal agar jamaah memahami hal yang perlu disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku saat keberangkatan.

Cara meminta bantuan atau klarifikasi
Bagian yang sering membuat bingung bukan saat membuka percakapan, tetapi ketika jawaban penjual tidak dipahami. Di titik ini, jangan merasa harus terus berbicara bahasa Arab. Katakan “la afham” untuk menjelaskan bahwa Anda belum mengerti.
Jika lawan bicara terlalu cepat, “takallam bibuth” dapat digunakan untuk meminta bicara lebih pelan. Jamaah juga dapat memperlihatkan angka di layar ponsel. Untuk harga, cara visual seperti ini sering jauh lebih jelas daripada mencoba menebak angka yang baru didengar.
Jadi, kosakata bahasa Arab untuk belanja sebaiknya dipakai sebagai bekal komunikasi dasar, bukan sesuatu yang harus dihafalkan seluruhnya sebelum berangkat.
Untuk jamaah yang sedang membandingkan durasi perjalanan, Fitour juga menyediakan informasi mengenai paket umroh 9 hari promo Fitour. Detail jadwal keberangkatan dan fasilitas perlu dikonfirmasi kembali karena dapat berubah mengikuti program yang tersedia.
Alternatif bila ada kendala bahasa atau komunikasi
Tidak semua percakapan harus diselesaikan dengan bahasa Arab. Bila kosakata bahasa Arab untuk belanja yang diingat tidak cukup, gunakan kalkulator ponsel untuk angka. Aplikasi penerjemah juga bisa dipakai ketika maksud yang ingin disampaikan lebih panjang.
Berbelanja bersama rombongan dapat membantu, terutama bagi jamaah yang belum percaya diri berkomunikasi sendiri. Dalam kondisi tertentu, jamaah juga dapat meminta arahan tour leader atau pendamping perjalanan. Tujuannya bukan membuat jamaah bergantung, tetapi mencegah salah paham ketika persoalan tidak bisa diselesaikan dengan beberapa kata sederhana.

Perlukah menghafal semua kosakata sebelum berangkat?
Tidak. Hafalkan yang paling relevan dengan situasi Anda. Frasa untuk menanyakan harga dan mengatakan “saya tidak mengerti” sudah menjadi bekal yang masuk akal. Sisanya dapat disimpan di ponsel untuk dilihat saat diperlukan.
Bagaimana jika tidak memahami angka yang disebut penjual?
Minta angka ditulis atau ditampilkan melalui kalkulator. Cara ini sederhana dan mengurangi risiko salah memahami nominal hanya karena pengucapan terdengar asing.
Apakah bahasa Arab wajib digunakan saat belanja?
Tidak harus. Kemampuan bahasa penjual berbeda beda. Jika komunikasi lisan tidak berjalan baik, gunakan angka tertulis atau aplikasi penerjemah. Pendamping rombongan juga dapat menjadi pilihan saat bantuan memang diperlukan.
Apa frasa paling penting untuk jamaah pemula?
“Bikam hadza?” berguna untuk menanyakan harga. “La afham” membantu ketika jawaban tidak dimengerti. Dua frasa ini pendek sehingga relatif mudah diingat dalam situasi belanja.
Apakah perlu belajar percakapan bahasa Arab yang panjang?
Untuk kebutuhan belanja sederhana selama umroh, biasanya tidak perlu. Fokus pada kalimat pendek yang mempunyai fungsi jelas. Artikel ini memang sengaja membatasi pembahasan pada komunikasi perjalanan, bukan pelajaran bahasa Arab secara umum.
Bekal kecil yang bisa membuat komunikasi lebih tenang
Mempelajari kosakata bahasa Arab untuk belanja bukan soal harus terdengar fasih. Bekal beberapa frasa membuat jamaah punya titik awal ketika ingin bertanya harga atau memilih barang. Saat percakapan mulai sulit, tidak ada salahnya beralih ke cara visual atau meminta bantuan.
Dan persiapan umroh tentu tidak berhenti pada urusan bahasa. Jamaah dari Lombok, Sumbawa, Bima, Dompu, maupun wilayah NTB lainnya dapat menghubungi Konsultasi Umroh Fitour untuk menanyakan pilihan paket, jadwal keberangkatan, fasilitas, serta promo terbaru yang sedang tersedia. Pastikan detail program dikonfirmasi sebelum mendaftar karena informasi perjalanan dapat berubah.





